TENTANG KALIAN
Hahaha. Mungkin terlalu lama jika aku menunggu besok untuk bercerita mengenai teman-temanku. Aku takut jika aku tidak ada dan belum sempat bercerita mengenai mereka.
Pertama, aku akan bercerita tentang teman kuliahku.
Khusnul Amalia Ikhwan atau yang biasa dipanggil ayis, hahaha benar-benar tidak ada kaitannya ya? tapi ya dia bernama ayis. Dia seorang yang kalau marah benar-benar mengerikan, bahkan satu teman-teman satu kost pun tak ada yang berani mengganggu. Suatu saat dia pernah mengatakan kalimat buruk yang membuat kami terkejut. Namun, anehnya aku malah tertawa karena ia berkata "bangsat!", entah mengapa lucu saja mendengar hal itu keluar dari mulutnya. Hal paling utama yang membuatku menyayanginya karena kami pernah nangis bersama begitu ia menyadari bahwa aku melakukan self harm. Ia banyak mengeluarkan kalimat penenang yang membuatku merasa sedikit lebih baik. Bahkan ia sampai meminta bantuan salah satu temanku yang bernama Wulan untuk mengajakku menginap di rumahnya yang ada di Bogor, namun aku menolaknya. Hal yang paling lucu, disela kami bertelepon dia malah tertidur. Di situlah aku mulai tertawa terbahak, bagaimana bisa ia malah tertidur setelah kami menangis bersama. Ah,, aku benar-benar menyayangi makhluk satu ini diluar sifatnya yang aneh wkwkwkw.
Wulan Sulistiyanie, nama panggilannya Wulan. Dia satu-satunya orang paling sabar di circle kami. Bahkan aku tidak pernah melihatnya marah sama sekali. Kalau dikatakan, dia memiliki sifat keibuan yang membuatku merasa tenang sekaligus nyaman. Dia melimpahkan semua kebaikannya kepada siapa pun. Kami pun kadang merasa kesal karena ia terlalu baik, sebenarnya kami merasa khawatir. Kami takut suatu saat jika ia terlalu baik akan menjadi boomerang untuk dirinya sendiri dan akan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Namun meskipun begitu, aku benar-benar menyayanginya seperti keluargaku sendiri. Ia selalu mengajakku menginap di rumahnya, namun aku selalu menolaknya karena alasan lain. Terkadang saat weekend, ia sering mengajakku bermain ke suatu tempat dimana aku bisa melepas semua rasa penatku atau sebaliknya. Jujur saja aku merasa senang saat aku bisa bermain dan berkumpul bersama mereka. Rasanya sebagian rasa sakitku menghilang secara bersamaan. Aku benar-benar berterima kasih sama wulan karena ia selalu khawatir akan kondisiku sama seperti ayis yang selalu bawel mengenai diriku hahaha. Saranghae buat kalian berdua...
Nurul Alviatin Nisa, panggilannya Alvi. Sssst, kalau boleh dikatakan dia salah satu temanku yang kurang peka hehehe. Jangan marah yaaa.. Tapi aku juga sayang kok sama Alvi, karena terkadang dia selalu bertanya kondisi mentalku. Ia juga terkadang mau menjadi tempatku untuk menangis dan dia hanya mendengarkan. Gapapa sumpah gapapa wkwkkwk. Namun ada situasi dimana ketika aku sedang bercerita, ia juga ikut menceritakan nasibnya. Jujur saja ini membuatku sedikit kesal, tapi setelah kupikirkan sekali lagi mungkin ia ingin aku tidak larut dalam kesedihanku dengan cara mendengarkan ceritanya. Saranghae juga buat kamu yaaa hehehehe
Firdhani Resha, panggilannya Dhani. Dia satu-satunya cowok di circle kita dan orang yang selalu melontarkan jokes bapak-bapak di grup chat hahahha, namun itu benar-benar bisa menghibur diriku. Mereka semua tahu bahwa aku menjalani pengobatan psikiater, termasuk makhluk satu ini hehehe. Ia tidak pernah menjudge aku meskipun ia laki-laki, bahkan dia juga tidak pernah melontarkan kalimat kasar sama sekali. Inilah yang membuatnya unik. Kebanyakan teman pria yang kukenal terkadang selalu mengucapkan kalimat kasar, namun Dhani sama sekali tidak pernah. Inilah yang membuatku merasa nyaman untuk mengenal makhluk satu ini. Ia tidak tahu pasti permasalahan apa yang sedang aku hadapi, tapi ia bisa menjadi pendengar yang baik ketika aku mulai mengeluh dengan permasalahanku. Bahkan ia pun memaklumi banyak hal meskipun aku melakukan banyak kesalahan. Dia juga kadang-kadang ngajak hangout bareng looh sama teman-teman yang lain..Tetap jaga terus jokes bapak-bapak mu yaaa.... Luv buat u
Fitri Amelia Dewi, panggilannya Daf. Katanya itu inisial namanya kalo dibalik. Unik kan ya?? hehehe. Aku juga sayang banget sama temenku yang satu ini, kita saling berbagi cerita ketika benar-benar merasa lelah. Rupanya cerita kami tidak jauh berbeda. Setelah aku mendengar ceritanya, ternyata ia jauh lebih kuat dari dugaanku. Jika aku menjadi dia, mungkin aku sudah memutuskan untuk bunuh diri. Dia benar-benar satu-satunya wanita paling keren yang ku kenal. Namun disisi lain aku selalu khawatir akan kondisinya, aku tahu mentalnya tidak baik-baik saja. Ia selalu memaksakan dirinya, aku harap dia selalu baik-baik saja di negara sana. Love u juga buat kamu Daf. Kamu benar-benar wanita paling kuat yang pernah aku kenal.
Anggi Lestiani, panggilannya Anggi. Dia salah satu teman kerjaku, usia kami terpaut dua tahun. Namun, kami sudah bagaikan saudara. Entah mengapa aku merasa nyaman ketika bersama mba Anggi. Aku merasa seperti sedang bermain dengan kakak perempuan. Ia orang paling receh yang pernah ku kenal. Kami bahkan saling berbagi video lucu melalui tiktok dan instagram. Ia mengetahui seluk beluk kisah keluargaku, ia mengetahui karakterku yang aneh ini yang bahkan aku pun merasa bingung dengan kepribadiankku. Ia benar-benar tidak pernah meninggalkanku, ia selalu ada ketika aku sudah berada di dasar kesedihan yang mendalam. Bahkan ia pernah langsung menelepon ketika aku benar-benar berniat untuk ******* , ia mengirimkan makanan enak agar aku bisa menikmatinya sambil menangis. Aku benar-benar berterima kasih, aku gak tau lagi harus berterima kasih dengan cara apa lagi. Pokoknya saranghae banyak-banyak.
Ini sedikit alasan mengapa aku masih ingin bertahan hingga saat ini, aku takut mereka menyalahkan diri mereka sendiri atas kepergianku. Karena sebenarnya aku merasa bahwa aku terikat dengan mereka, namun aku tidak tahu apa yang mereka pikirikan tentangku. Aku harap mereka juga menganggapku sama seperti aku menganggap mereka.
Komentar
Posting Komentar